Berita Balap dan Otomotif Terkini

SUNMORI ke Desa Medini Pakai Yamaha WR155

Pada hari minggu ku turut teman ke desa, ku naiki WR155 dan berdiri dengan tegap,, blarr blar blarrĀ 


Begitulah kira-kira lirik lagu waktu sunmori bareng komunitas Yamaha WR155 Semarang ke kebun teh Medini.

Minggu 5 Desember 2021 kemarin saya bersama rekan2 media lain ngikutin acara komunitas Yamaha WR155 Semaran untuk Sunday Morning Ride dari titik start Yamaha Pemuda ke Desa Medini di Limbangan Kabupaten Semarang.

Komunitas Yamaha WR155 Semarang
Start dari Yamaha Pemuda

Udah setahun kalo gak salah udah gak riding pake WR155, motor dual purpose dari Yamaha yang terkenal tenaga badak dan bandel ini. Kebetulan kali ini saya dapet unit pinjaman yang sudah spek trabas nih. Ban tahu, knalpot racing dan sudah pake gas spontan yang bikin tangan susah kontrol pengen mbleyer mulu hahaha.

Numpang foto dulu disini

Untuk rute aspal ya dari kota hingga masuk kawasan Nglimut jalanan sudah berganti beton nan sempit, saat masuk Medini jalan mulai berbatuan dan menanjak.. disini nih saatnya WR155 diuji ketangguhannya.

Sok depan 41mm teleskopik aman meredam hantaman batu batu sepanjang jalan. Apalagi ban di motor yang saya pake sudah kembangan tahu khusu buat offroad makin enak aja. Namun perlu hati-hati karena bekas hujan dimalam sebelumnya jadi batu cenderung licin.

Kabut tebal mulai turun

Jalur bebatuan ini lumayan panjangnya,, jadi bikin tangan lumayan pegal menahan guncangan dan beban dari setang saat melibas bebatuan, tanjakan dan turunan. Untungnya sebelum start sudah diberi wejangan tentang riding motor trail dari YRA (Yamaha Riding Academy).

Coaching clinic

Setelah iring2an bersama komunitas Yamaha WR155 Semarang kita sampai di bumi perkemahan desa Medini. Sambil istrihat dan nyantai temen2 pada bikin konten tuh. Sayangnya sejak masuk kebun teh kabut mulai turun, padahal view keren banget lho disitu kalo cerah.

Hari mulai siang dan kita kembali turun ke jalan  semula yang menurun. Nah disini tantangan betikutnya dimulai, gerimis mulai turun otomatis membuat jalan berbatu tadi makin licin dan jalanan menurun terus. Kita harus hati2 karena kalo jalan menurun grip ban depan harus bagus kalo gak selip dikit auto jatuh kita, terlebih sebelah kanan jalan itu jurang semua. Belum ditambah tebalnya kabut sehingga jarak pandang makin terbatas, tapi semua aman gak ada yg jatuh.

Kita semua makan siang dan istirahat sejenak di wana wisata hutan Nglimut, dan ternyata hujan makin deras beruntung kita sudah sampe lebih awal di lokasi, temen2 yang lain masih banyak dibarisan belakang.

Jam menunjukkan 3.15 sore, hujan pun mulai reda, beberapa temen komunitas mulai pamit untuk pulang, begitu juga dengan saya dan temen2 media bersiap untuk kembali ke Yamaha Pemuda.

Kesimpulannya ini bukan sunmori tapi Hard Morning Ride karena malamnya tangan saya pegal-pegal semua, namun senang karena bisa ketemu teman baru dan pengalaman ke tempat  baru yg belum saya kunjungi.

%d bloggers like this: