Yamaha Lexi S 125 yang saya test ini sejatinya masih kinyis-kinyis, waktu diambil dari Yamaha FSS Semarang odometernya baru 3 km. Berasa ngambil unit baru ya .. tapi sayang ini cuma unit pinjaman wkwkwkwk.

Setelah beberapa kali keliling komplek dan jalan-jalan seputaran kota Semarang akhirnya saya coba tes Yamaha Lexi S 125 ini ke Bandungan via Boja untuk review lengkap tentang handling, kenyamanan, performa dan uji irit. Nah di artikel kali ini saya cuma mau membahas uji iritnya saja ya gaesss…

Metode Uji irit Yamaha Lexi S 125

Metode uji irit yang saya gunakan adalah metode full to full. Sebelum dimulai saya isi full tangki dengan Pertalite. Oia Yamaha Lexi S 125 ini memiliki daya tampung bahan bakar yang cukup besar yaitu 4,2 liter. Dan setelah selesai uji irit sesuai jarak tempuh yang ditentukan diisi lagi Petalite hingga penuh, setelah itu dikalkulasi lagi dari pemakaian Pertalite dan jarak tempuh.

Objek Uji Irit

Objek yang saya gunakan yaitu Yamaha Lexi S 125 dengan spesifikasi keyless, subtank suspension, dan mesin sudah blue core 4 klep VVA dengan kondisi standar pabrik hasil pinjaman Yamaha FSS Semarang.

Rute Uji Irit Yamaha Lexi S 125

Rute yang saya ambil adalah Semarang – Bandungan via Boja dan Start setelah pengisian BBM di SPBU Kalibanteng. Rute yang saya pilih ini menurut saya lengkap ya gaesss, Mulai dari Ngaliyan – Jatisari jalan banyak yang tidak rata alias bergelombang dan agak menanjak sedikit. Dari Mijen ke Boja jalanan rata mulus. Dari Gondang-Sumowono-Bandungan jalan mulus, berkelok-kelok dan ada tanjakan yang lumayan curam. Oia saya sempat nanjak juga sebentar ke Bantir Hills. Torsi 11.3 Nm / 7000 rpm dan daya 8.75 kW / 8000 rpm Yamaha Lexi S 125 ini ternyata mumpuni melibas tanjakan meskipun berboncengan.

Rute ini juga punya view pedesaan dan sawah-sawah dengan background gunung Ungaran yang memanjakan mata serta cuacanya sejuk dingin-dingin gimana gitu beda dengan kota Semarang yang puanase puolll.

Bobot Beban Total Selama Uji Irit

Selama uji irit ini saya mengajak anak dan istri. Berat anak saya yang masih berumur 3,5tahun 12kg, istri 55kg dan saya sendiri 73kg. Total berat pengendara dan pembonceng 140 kg. Sedangkan berat Yamaha Lexi S 125 ini 113kg.

Kenapa uji irit berboncengan???

Karena menurut saya ini real life di kehidupan masyarakat Indonesia kebanyakan pada level menengah ke bawah dimana bepergian bersama keluarga (anak-istri) menggunakan motor dan pastinya memilih motor yang irit untuk dipakai keluarga.

Lha kalo dipakai sendiri ya sudah pasti irit karena bebannya cuma berat pengendara saja, dan juga sudah mainstream hehehe

Hasil Uji Irit Yamaha Lexi S 125

Setelah tangki terisi Pertalite full di SPBU Kalibanteng saya nol kan trip pada speedometer hingga pada saat pengisian ulang atau uji irit selesai di SPBU Bandungan. Total jarak tempuh dari Kalibanteng-Bandungan 44,9 km dan konsumsi Pertalite yang digunakan 1,14 liter.

Jika dikalkulasikan 1 liter Pertalite Yamaha Lexi S 125 bisa menempuh 39,39 km dengan posisi berboncengan dengan anak dan istri.

Jika kita bandingkan average/liter pada speedometer menunjukan angka 41,2liter

Jadi begitulah uji irit sederhana Yamaha Lexi S 125 dengan metode full to full, berboncengan, dan melewati rute jalan bergerombal, berkelok dan nanjak.

Gimana menurutmu irit ndak ???

Note :

  • Dari artikel ini penulis tidak menyarankan ataupun mengajak berbonceng tiga meskipun anak kecil, tetap ikuti peraturan lalu lintas dengan maksimum 2 orang menaiki motor.
  • Ini merupakan uji irit sederhana dan hasil uji irit ini tidak dapat dijadikan patokan karena dengan bobot berat yang berbeda dan jalur yang berbeda (jalur datar) hasilnya akan berbeda.
  • Tetap bijak dalam menyikapi segala hal yang ada di isi artikel ini