Sebenernya isu ini sudah lama beredar namun mencuat lagi dikala beredar kabar Suzuki Indonesia memboyong DR150.

Dari segi bisnis sih wajar ya kalo Suzuki melebarkan variannya ke segmen ini dimana memang segmennya memang segmented banget dan juga gurih.

Siapa coba yang gak tahu Suzuki TS125? varian motor trail Suzuki yang lejen dan masih jadi buruan hingga kini.

Pasar yang sudah ada sekarang diisi oleh Kawasaki dan Honda yang sudah ikutan nyemplung, terus Suzuki dan Yamaha juga bakal nyusul.

Jika Yamaha belum ada gambaran unit yang akan dihadirkan, Suzuki secara nyata sudah menhadirkan DR200. Memang sih terbatas untuk instansi tertentu saja namun mengindikasikan sesuatu.

Dikutip dari blog mang kobay, DR150 yang bakal hadir. Nah mesin yang diusung yang bakal jadi pertanyaan. Pakai mesin downgrade DR200 atau mesin GSX series??

Secara pribadi sih kalo pakai mesin GSX series mau dibanderol harga berapa? apakah bakalan overprice nantinya? Yah meskipun secara ongkos produksi lebih save tapi mesin GSX itu gak murah lho.

Downgrade mesin DR200 saya rasa bisa jadi pilihan meski harus modal awal yang besar untuk bikin baru mold dan casting. Namun bisa jadi value lebih untuk menambah fitur-fitur yang mumpuni pada unit DR150 nantinya.

BTW basis DR200 itu mesin Thunder 125 yang dikembangkan Suzuki di Cina lho. Tapi tenaganya gak seletoy Thunder 125, karena peruntukannya sudah beda. Kalo begitu ambil basis produksi dari Thunder 125 malah lebih hemat donk?

Opsi berikutnya yaitu melokalkan produksi DR200. Dimana bisa jadi opsi bagi calon konsumen atas pasar motor trail yang sudah ada. Mau yang 150cc atau 200cc, tentu jadi nilai lebih dari Suzuki karena tenaga dan torsi bakal lebih tinggi dari yang sudah ada. Tinggal tambah USD dan cakram belakang bakalan cakep tuh.

Kalo dari desain body sih begitu aja sudah cukup, lagian itu juga ciri dari generasi DR. Juga ngirit biaya produksi hehehe

Ya sudah kita tunggu saja kiprahnya Suzuki DR150 ataupun DR200, ini cuma opini pribadi yang ngawur aja kok. Kalo bener semoga gak kelamaan aja nongolnya.