Hola mas bro !!! setelah hampir seharian fun touring bareng Honda Genio di kota Solo beberapa waktu yang lalu, kini tiba waktunya review.

Keliling Kota Solo pake Honda Genio, Macet??? No Problem

Sebenernya sih start touring dari wing dealer Honda PKK di Solo karena unit Honda Genionya kurang, maka diambil 1 unit test ride dari wing dealer Honda Timbul Jaya di Boyolali. Saya yang ikut rombongan dari Semarang di drop dulu disini.

Setelah pake atribut safety riding sepert jaket, glove dan helm saya dan mas Roby juragan Honda di Boyolali gas ke kota Solo. Saya pake Genio, mas Roby pake ADV 150.

Mumpung jalanan lurus perbatasan Boyolali – Solo Sepi saya sempatkan untuk gaspol sembari merasakan sensasi performa Honda Genio. Topspeed saya dapat di angka 103 km/jam. Karena bobotnya yang ringan dan langkah pistonnya yang panjang akselerasi Honda Genio enteng banget sampe ke kecepatan atas. Selama keliling kota Solo saya lebih banyak dibonceng oleh mbah YudiBatang, karena ingin mencoba impresi dibonceng Honda Genio.

Review Honda Genio 110

Dengan bobotnya yang super ringan hanya 89 kg saja alias lebih ringan 3 kg dibanding Beat, Honda Genio ini gampang ditekak-tekuk ditengah ramainya jalanan kota. Bahkan saat awal bermanuver saya sempat kaget dan hampir limbung karena bobotnya yang ringan. Maklum saya sehari-hari pakai Suzuki Hayate yang bobotnya 113 kg.

Pada putaran menengah gas terasa kosong, saya kocok gas dulu baru ngisi lagi tenaga Honda Genio. Apa karena unit masih baru (masa inreyen) atau ECU telat membaca bukaan skep sehingga telat mendistribusikan uap bahan bakar ke ruang bakar.

Untuk fitur matik entry level ini biasa saja, spidometer digital yang minimalis, rem CBS, ISS, bahkan lampu pun belum LED semua. Namun yang istimewa yaitu bagasi yang lumayan lega 14 liter dan sudah ada soket powercharge untuk handphone. Jadi gak takut low batt deh supaya bisa eksis terus.

Untuk pengereman semua varian Honda Genio sudah pakai Combie Brake System (CBS). Pengeremannya empuk dan pakem, tapi saya kurang terbiasa pakai rem CBS jadi lumayan kagok waktu njajal nih motor. Maklum dirumah adanya motor tua semua yang fitur dan remnya model biasa.

Untuk posisi riding dengan postur tubuh saya yang 170an cm/69 kg posisinya hampir sama dengan Honda Beat tapi setang tidak mentok ke kaki. Sepertinya posisi setang Honda Genio ini sedikit lebih tinggi dibanding Honda Beat. Kemudian joknya dimensinya kecilnya, imbang-imbangan sama Honda Beat dan khas Honda alias agak keras joknya. Kalo untuk pemakaian dalam kota cukup nyaman lah.

Harga Honda Genio 110 Jawa Tengah

Honda Genio ini diposisikan untuk mengisi kekosongan diantara Honda Scoopy dan Honda Beat dengan harga jual Jawa Tengah Rp 18.150.000 untuk tipe CBS dan Rp 18.580.000 untuk tipe CBS – ISS.

Point of Interest Honda Genio 110

Sebagai matik entry level yang segemented ya gak bisa berharap lebih sih dari Honda Genio 110, karena peruntukannya memang untuk menunjang mobilitas sehari-hari.

Namun bagi saya pribadi yang membuat Honda Genio 110 ini pantas dipilih yaitu dari segi fungsionalitas motor ini sendiri. Bagasi lumayan lega dengan kapasitas 14 liternya lebih dari cukup untuk menampung barang bawaan seperti tas dan jaket ataupun belanjaan pasar. Kemudian soket cas hape juga sangat berguna bagi para pejuang rupiah Ojek Online tanpa ribet tinggal colok saja kalo hape low batt.

Yang gak kalah penting nih, Honda Genio 110 punya 11 pilihan warna menarik yang kekinian, tinggal pilih aja mana yang pas dihati. Kalo saya sih suka yang warna merah.

 

Baca juga :

Spesifikasi dan Pilihan Warna Honda Genio 110

Honda Genio Resmi Dirilis di Jawa Tengah