Sekitar setahun lalu sempat santer dan heboh akan peyelenggaraan MotoGP di Indonesia. Dorna selaku penyelenggara MotoGP pun sudah memberi lampu hijau untuk MotoGP Indonesia, secara MotoGP sangat familiar dan banyak ditonton oleh orang Indonesia. Terkendala sirkuit ataupun politik akhirnya jatah MotoGP 2019 di Indonesia sudah diambil oleh Thailand yang sudah memiliki sirkuit yang lebih memadai.

Disisi lain tanpa gembar-gembor pemerintah MXGP malah sudah “menggaruk” tanah Indonesia sejak 2017. Bermula di 1 seri Pangkal Pinang di tahun 2017 dan bertambah jadi 2 seri yaitu di Pangkal Pinang dan Semarang di tahun 2018. Kontrak pun berlanjut hingga 2019 untuk 2 seri di 2 kota tersebut.

MXGP merupakan gelaran balap bergengsi Motocross dunia, pembalap-pembalap top dunia ada disitu sebagai contoh Antonio Cairoli, Jeffrey Herlings, Tim Gasjer, Romain Febvre dan lainnya. Untuk 2018 ada 21 lomba yang diadakan dibeberapa negara di dunia dan Indonesia kebagian 2 seri.

Yang unik dari penyelenggaraan MXGP di Semarang yang saya datangi beberapa waktu lalu, penonton dari semua kalangan berdatangan. Kalo penonton yang berduit ataupun artis sih udah biasa kali ya yang menonton dengan tiket VIP dan banyak memang artis yang ikut menonton MXGP Semarang  ,,, Namun ada sisi berbeda dari MXGP Semarang kemarin.

 

Saya sempat ngobrol dengan beberapa penonton yang saya kategorikan kelas menengah kebawah, dimana mereka membeli tiket festival seharga 150rb. Yang menarik yaitu antusias mereka untuk menonton, ada pasangan suami istri yang rela naik motor dari Jombang hanya untuk nonton MXGP. Kemudian juga ada bapak asal Temanggung yang sedang menemani anaknya yang berumur 7 tahun untuk nonton MXGP, dan ga tanggung-tanggung bapak itu membawa 10 orang keluarganya baik itu adik ipar, mas ipar, pakde, dan mbah kung ikut nonton MXGP.

Saya coba ajukan pertanyaan crosser idolanya siapa pakde? “saya ga ngerti mas, saya cuma mau lihat bule naek motor mabur-mabur” ujarnya. Artikan sendri ucapan beliau

Lalu apa hubungannya dengan motogp di Indonesia ? memang ga pantas dibandingkan secara untuk menyelenggarakan MotoGP harus punya sirkuit permanen dengan luas tanah yang hampir 3x nya dari luas sirkuit MXGP dan apalagi anggaran untuk membuat sirkuit permanen MotoGP yang sangatlah banyak dibanding membuat sirkuit MXGP yang hanya tanah dan gundukan tanah.

Namun yang patut dicontoh adalah bagaimana pamor MotoGP itu nanti dapat dicakup oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah yang sangat ingin menonton langsung MotoGP di Indonesia. Kalo ditanya pembalap MotoGP siapa sih yang ga kenal dibanding crosser MXGP ????

Jadi kapan MotoGP diadakan di Indonesia ??? jangan mimpi kamu ,,,

 

Baca Juga :