Memiliki motor yang jarang popularitasnya memang ada suka duka ya gaes. Sukanya karena gak pasaran banyak yang penasaran dengan tipe merk motor kita, bahkan jarang dilirik sama maling sekalipun karena harga bekasnya jatuh.

Dukanya yaitu susahnya cari spare part original, inden via dealer resmi pun berbulan-bulan. Part KW jangan ditanya, pabrik spare part ogah bikin partnya saking gak laku motornya, wkwkwkwk.

Nah begitu juga dengan para pengguna skutik dari pabrikan Suzuki yang terwadahi dalam lingkup Suzuki Matik All Varian (SMAV) area Semarang. SMAV terdiri dari pengguna Spin, Skywave, Skydrive, Hayate, Nex dan Address.

Mana yang paling jarang ditemui ? hampir semua matik tipe diatas susah ditemui dijalanan, coba cek di daerah kalian.

SMAV Semarang ini isinya bukan hanya orang Semarang saja namun Jawa Tengah, ada yang berdomisili di Kendal, Magelang, Temanggung, Ambarawa dan daerah lainnya.

Kebetulan karena isinya sebagian banyak orang-orang yang sudah umur rata-rata, jadi gak pernah kopdar, tapi rame di grup WA. Tanggal 31 Maret 2019 kemarin spontanitas mereka adakan kumpul bareng di tempatnya bro Candra di daerah Banyu Biru, Ambarawa. Gak sekedar kopdar karena kita sekalian menjenguk bro Candra yang sedang sakit kakinya.

Saya dari Semarang gas ke Ambarawa jam 8 pagi bareng dengan bro Yefta, perjalanan kurang lebih 1 jam dengan titik kemacetan di Ungaran kita menuju titik kumpul di Palagan, Ambarawa. Disana sudah menunggu bro Benny, Doni, dan Nico. Sambil menunggu bro Danang dari Temanggung datang sarapan soto dulu disini.

Setelah bro Danang datang sekitar jam 10 kurang dikit kita langsung gas ke Banyu Biru kediamannya bro Candra, kasihan Danang gak sempet sarapan. Salahe telat hahaha

Sesampainya di kediaman bro Candra kita disuguhi kopi khas setempat yang manisnya beraroma gula aren. Cocok nih tombo ngantuk malemnya saya begadang.

Seperti obrolan khas biker yang dibahas ya motor semua, yang menarik ya bahas spare part dan alternatifnya maklum motornya rare karena gak laku. Juga ada training las listrik untuk tambal knalpot bocornya Yefta oleh tuan rumah yang masih pincang. Yefta lu tega banget ya ngerjain orang sakit.

Menjelang Dzuhur, om Harso dan kawan-kawan (lupa namanya) dari Addresia Semarang datang. Beliau nyusul karena bangunnya siang.

Setelah lama ngobrol santai dan ngopi menjelang jam 2 siang kita gas ke rumah masing-masing, saya bareng rombongan Semarang pulang dan selamat sampai rumah sekitar jam 3.30 sore. Agak lambat karena aspal basah mulai dari Gombel bekas turun hujan.

Mirip showroom motor bekas yak hehehe…