Honda Adventures Days 2019 sudah sukses terlaksana 23-24 Februari 2019 kemaren. Saya yang ikut bareng rombongan blogger/vlogger start dari Semarang menuju ke Brown Canyon untuk memulai Stage 1 dan etape 1 pada hari pertama (23/01).

Sebelumnya saya jelaskan dulu konsep dari Honda Adventure Days 2019 (HAD). Jadi HAD 2019 ini konsepnya adventure rally ya bukan trabas. Lho bedanya apa? pada sesi technical meeting mas Gareng sebagai race commitee menjelaskan perbedaannya. Kalo trabas itu kita blusukan dihutan dengan rute yang cenderung extreme dan tempat yang dituju sudah jelas (diketahui).

Nah kalo adventure rally yang diadakan oleh Astra Motor dengan tajuk Honda Adventures Day 2019 ini konsepnya hampir sama dengan rally dakar yang di barat sono. Jadi semua peserta sampai lepas start belum tau tujuan dan arah yang dituju. Semua ada di road book yang harus dilihat pada aplikasi yang sudah didownload. Untuk rute sih memang tidak seberat rute trabas, campuran dari jalan aspal, betok, tanah dan hutan.

Pada etape pertama yaitu di Brown Canyon merupakan titik start etape pertama pada Stage 1. Awalnya masih banyak peserta yang bingung karena aplikasi belum bisa dibuka, setelah saling tanya sesama peserta dan panitia ternyata kita harus scan barcode dulu dari no start yang kita dapat dari pendaftaran baru bisa mulai ,,, oalah !!!

Pada stage 1 alias hari pertama ini terbagi menjadi 2 etape, pada tiap-tiap etape terdapat 30an waypoint yang harus peserta ikuti.

Baca Juga : Cewek Imut ini Peserta Wanita Satu-satunya di HAD 2019

Berbeda dari HAD 2018 yang sistem beregu, di HAD 2019 ini setiap peserta dilepas sendiri-sendri. Meskipun begitu diperbolehkan untuk jalan berkelompok.

Karena harus berpanduan pada road book disini serunya, karena jika kita nyasar waktu tempuh dan poin kita akan berpengaruh.

Jadi gini, pada road book yang harus digeser manual itu sudah ditentukan arah, jarak tempuh dan informasi rute yang harus ditempuh. Kita tinggal pinter-pinter membaca dan ngikutin road book kalo enggak ya resiko nyasar dan waktu tempuh jadi molor.

Tantangannya justru disitu, kalo nyasar kan hitungan km di spido jadi nambah ya kudu hitung dan nambah manual km di spido dengan jarak tempuh di road book.

Contohnya begini (lihat foto dibawah untuk detil) : Pada road book dikiri atas ditampilkan jarak tempuh rute yang harus dilewati

nah dikiri bawah itu jarak tempuh yang sudah dilewati (akumulasi jarak dari beberapa rute) yang dicocokan pada odometer spido yang sebelum start harus pada posisi nol sehingga memudahkan peserta untuk menyocokkan rute, dibagian tengah ada arahan jalur dan bagian kanan atas informasi rute yang dilewati.

Seumpama kamu nyasar berarti odometermu makin nambah dan gak bakal singkron dengan road book.  Disitu serunya,,, jadi tiap saat pandangan mata fokus ke hp, spido dan jalanan. Finish tanpa nyasar dan waktu tempuh lebih cepat poin pun bagus.