Hari ini (27/01) ceritanya saya dapet undangan dari Yamaha Jateng untuk City Tour pake Yamaha Freego di kota Solo.

Singkat cerita rombongan media/blogger/vlogger dari Semarang cuss ke Solo untuk riding bareng bersama dengan rekan-rekan media lainnya yang dari Solo dan Jogja.

Diawali dari sarapan di Soto Gading 1 kami gas ke tujuan pertama yaitu bunderan patung kuda Solo Baru, foto-foto sebentar dan gas lagi ke tujuan kedua yaitu keraton Surakarta.

Selain foto-foto kami juga dibekali sejarah berdirinya keraton Surakarta dengan santai di museum keraton oleh abdi dalem Pak Sawijono. Kesempatan langka ini, dan saya baru tahu kalo ternyata kesultanan Ngayogyakarta itu ternyata pecahan dari keraton Surakarta.

Waktu berselang menuju jam makan siang, saya beserta rombongan meluncur ke warung tengkleng klewer yang legendari untuk mengisi perut yang sudah keroncongan. Porsi mantab dan rasa yang khas manteb poll.

Untuk rute ketiga yaitu Kampung Batik Laweyan dan selanjutnya Museum Pers, namun sayang karena ada ibu-ibu baru belajar nyetir mobil ngeblok jalan motor yang saya dan admin semarmotoblog.com naiki, Alhasil saya tertinggal oleh rombongan cukup jauh dan kesasar. Padahal pengen banget tuh ke museum Pers nasional.

Terpaksa saya diarahkan ke titik tujuan akhir di wedangan Klitik, makan-makan ringan kemudian kami berpisah ke kota masing-masing karena waktu sudah mulai sore.

Niatnya sih dari awal saya mau coba tes konsumsi bbm Yamaha Freego untuk berboncengan, namun lupa untuk foto km awal dan km akhir. Apees dah !!!

Namun ada hal lain yang saya temui dan sangat menarik untuk saya bahas mengenai posisi bongcengan Yamaha Freego yang menurut saya tidak dijumpai di motor lain dan bisa dibilang kelebihan FreeGo. Tenang saya buatkan diartikel terpisah supaya lebih fokus.