MOTOR TERBARU OTOREVIEW YAMAHA

Akhirnya Dipertemukan Dengan Yamaha WR155

Setelah sekian bulan berlalu sejak prosesi peluncuran akhirnya saya berkesempatan nih untuk “nyicipin” Yamaha WR155.

Seperti biasa Yamaha Jateng yang biking gawe tes ride langsung di alam bebas, kebetulan kali ini lokasi di Kelurahan Pakintelan di sungai Kaligarong Kota Semarang. Suasananya kebetulan alami banget lur ada sungai berbatuan.

Test ride kali ini bebas mau pilih trek yang sudah disajikan oleh alam, kebetulan saya dapat kesempatan pertama menjajal Yamaha WR155. Sebelumnya saya jelaskan dulu spek singkat Yamaha WR155, yaitu mesin 155cc SOHC 4 valve 4tak, sudah dilengkapi VVA. Mesin yang mirip mirip dengan R15, Vixion R, MT15 dan XSR155 perbedaan mungkin ada di mapping ECU nya yang disesuaikan dengan peruntukannya.

Untuk mesin WR155 sendiri menghasilkan torsi 14,3 Nm/ 6500 rpm dan 12,3 KW/10.000 rpm. Torsinya lebih besar dibanding CRF150 dan KLX 150. Sebenernya sejak awal perilisan saya penasaran dengan torsinya dan kemampuan sok depan yang meski masih teleskopik namun sudah memiliki diameter as 41mm.

Setelah test ride memang betul seperti dugaan saya, torsi WR155 memang nampol meskipun dalam kondisi mesin dan knalpot standar. Sepertinya cocok untuk melibas tanjakan nih, sayangnya tidak ada tanjakan dilokasi.

Untuk suspensi depan yang saya kira keras rupanya bantingan soknya enak dan lembut, kalo menurut saya 11-12 sama USD CRF150L, kalo KLX saya pernah coba untuk tipe S masih kalah performanya dibanding WR155. Justru saya merasa suspensi  belakang (monoshock)  lebih keras, setelah saya cek rupanya setelan monoshock ada di posisi no.2, mungkin jika posisi setelan no.1 bisa lebih empuk dan lebih enak di jalan gak rata.

Untuk fitur-fitur lain saya rasa itu hanya bonus saja ya seperti spidometer digital yang sudah dilengkapi trip A dan B, RPM dan Jam digital, kemudian ada juga lampu hazard, karena sejatinya kalo motor untuk adventure fitur-fitur tersebut gak bakalan dipake kecuali meteran bensin dan lampu utama saja hehehe.

Sebagus-bagusnya motor pasti ada kekuranganya juga ya mas bro, begitu juga dengan WR155 ini. Kekurangan WR155 versi saya cuma ada 2 yaitu di segi bobot paling berat dibanding rivalnya yaitu 134 kg, beratnya hamir sama dengan “si roma” trail basis mesin GL saya dulu, bakal repot kalo jatuh pas tanjakan. Yang berikutnya yaitu grounclearance tinggi 880mm, saya yang tinggi 172cm masih jinjit lho, tapi ini masih bisa diakali dengan lowering kit.

Segitu saja cerita tentang test ride singkat Yamaha WR155, untuk detil sensasi testnya mungkin bisa km lihat di video youtube berikut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *